-->

Distorsi Moralitas Ras Timur Dan Virus Negatif Barat

Salam damai dan kasih,

Mulai lunturnya sifat dan budaya ketimuran kita memang sungguh sangat menyedihkan. Perlahan, virus negatif barat mulai mendominasi dan menggerogoti culture ras timur kita. Peralihan kiblat ketimuran kini telah mulai hilang dan ditinggalkan. Kebanggaan kita sebagai anak ras timur kini mulai terenggut karena pengebirian dan invasi yang dilakukan culture negatif barat. Seolah kini yang kita rasakan adalah bagaimana anak ras timur lebih memuja dan membanggakan eksotisme barat.

Hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya transformasi besar-besaran pada diri kita "sang ras timur" di dalam kehidupan kita. Ada hal-hal kecil yang tidak terpikirkan dan terlewati oleh kita, yang sebenarnya suatu hal yang menjadi identitas asli kita. Hal apakah itu?

Ia adalah moralitas dari jati diri kita sebagai anak-anak dari ras timur. Dahulu, kita begitu dihormati dan ditakuti oleh ras barat. Mereka begitu segan dengan tingginya jiwa moralitas diri kita sebagai anak-anak timur. Bahkan, tak jarang para ras barat yang datang jauh-jauh dari akar kebudayaannya untuk belajar pada kita. Mereka tak malu untuk mempelajari budaya moralitas kita yang begitu kuat dengan akar kebudayaan yang beraneka ragam. Sayangnya, hal itu sudah menjadi suatu komoditas yang langka saat ini. Bagaimana kini sang ras timur sudah tidak lagi menjadikan moralitas kepribadian bangsanya sendiri sebagai identitas diri.

Virus negatif barat itu telah banyak merubah imun kepribadian kita. Budaya menghormati, menghargai dan gotong royong sudah sangat jarang sekali kita dengar, lihat dan terapkan. Perilaku dan tindakan dalam memberi "SALAM, PERMISI, meminta MAAF" dan memaafkan sudah langka sekali kita jumpai. Mungkin masih dapat kita jumpai perilaku itu di pinggiran-pinggiran kota atau di pelosok-pelosok desa yang masih menjunjung tinggi suatu nilai moralitas budaya kita, namun tentu saja semua itu dalam persentase yang sangat kecil jika dilihat dari luasnya bangsa kita ini.

Ragam
Tidak dapat dipungkiri bahwa suatu kebebasan itu adalah nilai mutlak yang harus kita dapatkan karena kebebasan merupakan hak preogatif kita. Akan tetapi, kita juga harus ingat dan tahu bahwa kebebasan tetap membutuhkan suatu aturan sebagai landasan hukum kita dalam kehidupan ini. Mengapa? Karena kita adalah makhluk sosial atau majemuk. Bayangkan jika suatu kebebasan itu tanpa dilandasi dengan suatu aturan. Maka, akan terciptanya suatu hukum yang kita sebut dengan "HUKUM RIMBA", dimana mereka yang berkuasa ia lah yang paling hebat, yang pintar ia lah yang paling benar, yang kaya ia lah yang paling berkuasa. Nah, jika sudah seperti itu, bagaimana nasib mereka-mereka yang berada diposisi sebagai rakyat biasa, kaum jelata, orang fakir miskin? Tentu tidak dapat kita bayangkan begitu mengerikannya nasib mereka.

Contoh kecil dari dampak pengebirian dari virus negatif barat dan kebebasan tanpa aturan kepada budaya ras timur kita itu adalah dapat dilihat dengan munculnya "canibalisme" di permukaan-permukaan tanah kita, hampir ada di mana-mana. Sang pembunuh, pemerkosa, penghujat, pecandu, premanisme, penyesatan dll sudah menjadi hal yang biasa-biasa saja dan dianggap bukan lagi suatu hal yang tidak wajar. Begitu beratnya bagi seorang anak muda untuk mengucapkan "Assalamualaikum, salam sejahtera, humswastiyastu, dlsb saat ia bertemu dengan orang-orang yang ia kenal" atau sangat sulitnya ia mengatakan "permisi, monggo/amit/nuwun sewu, dlsb saat kita melewati atau melangkahi orang lain" atau begitu beratnya/jaim untuk mengatakan "aku minta maaf, aku memaafkanmu, sepurane, dlsb saat kita memiliki salah atau disalahkan." Hingga akhirnya munculah suatu problematika internal dalam hati dengan pertanyaan-pertanyan serta pemberontakan yang sering kita rasakan.

Apakah kita malu untuk mengakui dan menganggap identitas asli kita?

Apakah kita dapat membanggakan diri dengan memakai identitas ras lain Begitu beratkah untuk mengungkapkannya?

Apakah kita masih tega melihat semua itu?

Apakah kita sanggup membiarkan hal itu terjadi?

Kita semua yakin dan percaya bahwa kita tidak akan mungkin tega melihat hal itu terjadi karena kita memiliki akal, pikiran dan perasaan. Kita semua tahu mana yang baik dan buruk, mana yang pantas dan tidak pantas dan tentu kita semua tidak ingin dan berharap kelak dikemudian hari, anak cucu kita atau generasi baru penerus kita sudah tidak lagi memiliki rasa menghormati dan menghargai karena perubahan identitas diri mereka sebagai anak-anak ras timur.

Mari kita bersama-sama untuk selalu berdoa, belajar dan berusaha, bergandengan tangan dan mengeratkan pegangan, saling mengisi, menghargai dan memahami antara satu sama lainnya. Demi kejayaan ras kita esok hari... Demi kesejahteraan dan kemakmuran ras kita esok hari... Dan demi asa kita esok hari... Hari kemarin adalah kenangan dan Hari esok adalah tujuan... Tetap semangat untuk selalu memberikan yang terbaik demi ras kita... Sebarkan virus positif... Sebarkan virus cinta... Sebarkan virus kasih... Sebarkan virus kedamaian... "KEMANUSIAAN ADALAH SATU"


Salam damai dan Kasih
Tags:
Buka Komentar
Template By Muh Akram