Analisis DNA, Zana Kemungkinan Adalah Yeti

Avanoustic.net - Sebuah analisis DNA menunjukkan bahwa wanita yang dikenal sebagai 'Zana' mungkin berasal dari subspesies manusia lama dari zaman prasejarah.

Ditangkap di pegunungan Kaukasus pada tahun 1850, Zana dilaporkan memiliki karakteristik yang lebih unik dan tidak seperti binatang buas ataupun manusia seutuhnya. Kekuatan dan kecakapan atletik adalah dua karakter yang melekat pada dirinya, dan hal ini menimbulkan dugaan bahwa ia mampu berlari lebih cepat dari seekor kuda serta mampu berenang di sungai besar dengan sangat lincah, demikian IB Times mewartakan.

Kisah Zana selalu dikaitkan dengan Almas, hominid legendaris dari Asia Tengah, yang juga dipercaya memiliki hubungan erat dengan sosok Bigfoot dalam cryptozoological. Tidak sedikit orang yang meyakini bahwa mereka sebagai sisa-sisa dari peradaban manusia prasejarah yang masih hidup di Bumi hingga saat ini.

Bigfoot, Cryptid
Photo: © Wanida.W/Wikicommons
Profesor Bryan Sykes dari the University of Oxford, seorang ilmuwan yang sebelumnya telah menunjukkan bahwa sampel rambut yang diambil di Himalaya adalah berasal dari spesies beruang kutub yang punah, percaya bahwa tes DNA Zana yang baru-baru ini dilakukan itu mungkin menjadi milik subspesies dari manusia yang meninggalkan Afrika menuju Kaukasus pada 100.000 tahun yang lalu.

Dia juga percaya bahwa Almas adalah yang paling masuk akal dari semua legenda hominid di dunia. Menurut kisahnya, Zana telah dibeli oleh seorang bangsawan untuk bekerja sebagai hamba-Nya. Dan ia kemudian dilaporkan meninggal pada tahun 1890.

"Bigfoot memiliki lebih banyak penggemar yang mencoba untuk menemukannya", kata Prof Sykes.

"Tapi saya kira baik yeti atau alma/Almasty, yang tinggal di daerah yang tidak dapat diakses dan sangat jarang penduduknya, adalah yang paling mungkin".

Beberapa orang berpendapat bahwa ia adalah seorang budak yang melarikan diri Ottoman, tetapi Profesor Sykes membantah tuduhan dari teori itu dengan mengatakan bahwa Zana memiliki "DNA yang tak tertandingi".

"Analisis DNA-nya mengungkapkan bahwa dia adalah '100% Afrika', tapi tidak mirip dengan fisik atau genetik untuk setiap kelompok Afrika modern".

Profesor Sykes tidak bisa mengatakan jika Yeti, Bigfoot atau Almas Rusia adalah kandidat terbaik sebagai penggolongan dari ras manusia 'apeman' prasejarah yang masih hidup saat ini. Sykes juga mengklaim telah membuat penemuan lebih lanjut tentang Zana sejak ia menulis buku tentangnya. Selain itu, ia mengatakan bahwa akan mempublikasikannya ke dalam jurnal ilmiah peer-review dalam waktu dekat.
Buka Komentar
Template By Muh Akram